Friday, December 29, 2017

Kebaikan dan Keburukan Dimulai Dari Yang Kecil Kecil Kajian Ustadz Felix Siauw

Dimulai Dari Yang Kecil
Hampir tidak ada yang datang secara tiba-tiba, baik itu kebaikan juga keburukan. Semua pasti ada pendahuluannya, dari yang kecil, lama-lama menjadi besar

Perlu 5 tahun sebelum saya nyaman dengan Islam, lalu memilih Islam menjadi agama saya. Bermula dari membaca, berinteraksi dengan Muslim, barulah memilih Islam

Tidak serta merta saya bisa nyaman dengan Muslim, sebab apa yang saya yakini dulu bahwa Muslim itu kasar, keras, kotor, mau menang sendiri, sudah terpatri dalam benak
Tapi dengan berinteraksi dengan mereka, lambat laun apa yang saya pahami berubah. Mulai dari main basket bareng, makan bareng, sampai akhirnya satu kost bareng

Intinya seperti peribahasa jawa, witing tresna jalaran saka kuliner, eh kulina. Munculnya cinta itu karena sudah terbiasa. Ini berlaku untuk kebaikan atau keburukan
Begitupun ideologi selain Islam, dia dibungkus dengan segala rupa, seolah sepele, tapi bagian dari kampanye besar untuk merekrut manusia masuk dalam ideologinya

Sekularisme adalah lawan Islam, sebab saat Islam ingin jadikan agama sebagai aturan bagi semua kehidupan, sekularisme justru sebaliknya, agama tak boleh mengatur
Nilai-nilai sekularisme itulah yang kini diperjuangkan via perayaan semisal tahun baru. Disitu ada gaya hidup, ada pula nilai-nilai hedonisme, dan juga kesia-siaan

Maka tidak layak seorang Muslim ikut andil di dalamnya, sebab pasti sedikit demi sedikit akan berpikir dengan cara sekuler. Tak layak Muslim ikut meramaikan hal semisal ini
Bilapun ada hari libur, manfaatkan di tempat-tempat kajian di Masjid, gunakan untuk amal-amal salih. Jangan sampai justru kita sibuk merayakan dengan hal maksiat
Baik itu tidak instan, jahat pun tidak instan. Langkah-langkah kecil apa yang kita jalani, akan berpengaruh pada langkah-langkah besar setelahnya

Sumber : Ustadz Felix Siauw

No comments:

Post a Comment