Saturday, December 30, 2017

Ar Rayah Al Liwa bukan Bendera HTI Yang Sudah Dilarang Kajian Ustadz Felix Siauw

Yang Mereka Mau
Andaikan kaum Muslim ikut jebakan pemikiran mereka, penyesatan mereka, maka jauhlah kita dari Islam, dan itulah yang iblis tugaskan pada mereka, jauhkan kaum Muslim dari Islam
Kalimat tauhid dianggap sebagai simbol HTI, dan HTI radikal merusak negeri, maka tiap-tiap Muslim akan takut dengan syahadatnya sendiri, khawatir disamakan ISIS teroris

Maka tak ada lagi seniman yang berani menggores kalimah thayyibah ini, kaum Muslim asing dengan sesuatu yang paling penting, kalimat dimana dia hidup, mati dan bangkit dengannya

Andaikan memilih pemimpin berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah intoleran, maka pelan-pelan Islam hanya tinggal shalat saja, sedang dalam hal lain mereka dijajah
Persis seperti zaman Belanda, Islam shalat silakan, Islam puasa silakan, tapi bila Islam sudah mulai mengkritik kedzaliman dan penjajahan, maka mereka dilabeli intoleran radikal

Kata "kafir" tak lagi boleh disuarakan, dianggap menyinggung kaum minoritas dan artinya sekali lagi anda tak toleran, maka surah Al-Kafirun dihimbau tak dibaca, kecuali saat sendiri saja
Jihad itu pangkal ajaran kebencian, maka Al-Qur'an harus direvisi, kata "jihad" tak boleh diartikan perang, adapun Nabi Muhammad, dicontoh hanya pada bab yang mereka mau saja

Lalu adzan tak boleh dikumandang, menurut mereka lagi-lagi intoleran, mana boleh menganggap Tuhan itu hanya Allah, lha mau dikemanakan tuhan-tuhan lain yang banyak?
Ulama-ulama harus disertifikasi penguasa yang tak punya ilmu, maka diberilah gelar ulama negara, mereka yang bukan berilmu tapi hanya mau menuruti penguasa pongah

Radikalisme adalah apa yang berbahaya bagi rezim, intoleransi adalah apa yang mengancam kekuasaan mereka, itu definisi yang sekarang dikembangkan
Sekarang anda tahu, bila kita ikut narasi mereka, akan kemana Muslim dan Islam? Sebab mereka tak punya cara lain selain menuduh, menuding, menstigmatisasi, kriminalisasi

Andai kita ikut narasi ini, kita tak hanya kehilangan kebebasan, tak hanya kehilangan harta benda, tapi yang paling utama, kita kehilangan akidah Islam, yang terpenting bagi kita
Maka teruslah berdakwah, narasi kita sudah ada di dalam Al-Qur'an. Dan akhirnya adalah kemenangan

No comments:

Post a Comment